Sinjai, 13 September 2024 – Pesantren Sains dan Teknologi al-Madani Sinjai menegaskan komitmennya untuk berusaha mencetak generasi muda yang unggul, tidak hanya dalam bidang agama, tetapi juga dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu kunci kesuksesan di pesantren ini terletak pada kedisiplinan yang diterapkan secara konsisten kepada para santri.

Kedisiplinan di Pesantren Sains dan Teknologi al-Madani bukan hanya terbatas pada aspek ibadah dan kegiatan keagamaan, tetapi juga merambah ke seluruh aspek kehidupan sehari-hari santri. Setiap santri diharuskan untuk mengikuti jadwal harian yang telah ditetapkan dengan ketat, mulai dari bangun pagi, shalat berjamaah, hingga pelajaran akademik. Dalam sistem yang terstruktur ini, santri diajarkan untuk menghargai waktu dan memanfaatkannya dengan bijak.

Pimpinan Pesantren Al-Madani, Ustadz Nur Najman Marzuki, M.A,, menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi fondasi penting bagi santri untuk sukses di masa depan. “Disiplin adalah kunci utama. Santri yang disiplin tidak hanya berhasil dalam menuntut ilmu, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan profesional mereka di kemudian hari. Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat,” ujarnya.

Selain kedisiplinan dalam belajar, santri di pesantren ini juga diajarkan disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, adab dalam berinteraksi dengan sesama, serta tanggung jawab terhadap tugas-tugas yang diberikan. Semua ini bertujuan untuk membentuk kepribadian yang mandiri dan berkarakter.

Salah satu santri perdana, Hanif Thufail, berbagi pengalamannya tentang bagaimana kedisiplinan di pesantren telah membantunya berkembang. “Awalnya sulit mengikuti jadwal yang sangat ketat, tapi lama kelamaan saya menyadari betapa pentingnya hal ini. Sekarang, saya lebih terorganisir dan bisa membagi waktu dengan baik antara belajar, ibadah, dan kegiatan lainnya,” ungkapnya.

Keberhasilan Pesantren Sains dan Teknologi al-Madani dalam menerapkan kedisiplinan juga terlihat dari keberhasilan santri menciptakan lingkungan belajar yang kondusif . Mereka mampu menyesuaikan diri dalam lingkungan belajar yang baru dengan bergaul dan belajar besama dengan teman-teman yang baru pula. Pesantren Al-Madani di tahun pertamanya ini, mulai dikenal sebagai salah satu lembaga pendidikan yang menggabungkan ilmu agama dengan teknologi modern, sehingga santri tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga siap menghadapi tantangan zaman yang semakin canggih. Hal ini ini terlihat misalnya dalam sistem manajemen santri yang sudah menerapkan digitalisasi sistem administrasi.

Dengan komitmen pada kedisiplinan, Pesantren Sains dan Teknologi al-Madani Sinjai terus berupaya mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing, baik dalam bidang agama maupun ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagikan :