Sinjai, 12 Rabiul Awal 1445 H, Kebersamaan santri Pesantren Sains dan Teknologi Al-Madani Sinjai dalam mengisi hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini begitu terasa istimewa. Diadakan di Pantai Marannu, Sinjai Timur, kegiatan refleksi Maulid tak hanya diisi dengan kegiatan religius, tetapi juga dengan momen kebersamaan yang hangat, salah satunya adalah menikmati nasi kuning di pinggir pantai.

Setelah rangkaian acara refleksi, para santri bersama para pengasuh duduk bersama di bawah pepohonan di tepi pantai. Suasana akrab semakin terasa ketika nasi kuning, lengkap dengan lauk pauk khas tradisional, disajikan secara tradisional ala santri. Pemandangan laut yang membentang biru, angin pantai yang sejuk, serta suara ombak yang menghiasi momen itu, membuat suasana menjadi penuh keakraban dan kebahagiaan.

“Ini bukan hanya sekadar acara makan bersama, tapi ini adalah simbol kebersamaan kami sebagai satu keluarga besar di Pesantren Al-Madani. Dengan berbagi rezeki, kami memperkuat ukhuwah dan rasa saling peduli di antara kami,” ujar Ustadz Fadli Arbi,  koordinator panitia.

Para santri tampak begitu menikmati hidangan sederhana yang disiapkan bersama. Nasi kuning yang disajikan tidak hanya menjadi santapan lezat, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara santri dan pengasuh. “Makan bersama di pinggir pantai sambil mengingat perjuangan Rasulullah adalah momen yang tak terlupakan. Kami merasa semakin dekat satu sama lain dan dengan alam ciptaan Allah,” kata salah satu santri, Zulfikar Alim.

Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup yang manis dalam rangkaian refleksi Maulid Nabi di Pantai Marannu. Selain membangun kesadaran akan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, acara ini juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk merasakan indahnya kebersamaan dalam suasana yang santai dan menyenangkan.

Acara ditutup dengan doa bersama, yang memohon keberkahan dan kesuksesan bagi seluruh santri dalam meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam, bukan hanya dari segi keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat persaudaraan dan kebersamaan di antara para santri.

Bagikan :