Sinjai, 23 September 2024 – Pesantren Sains dan Teknologi Al-Madani Sinjai menggelar apel pembukaan penilaian sumatif tengah semester (STS) ganjil tahun pelajaran 2024/2025. Acara ini dipimpin langsung oleh Pimpinan Pesantren, Ustadz Nur Najman Marzuki, dan diikuti oleh seluruh santri serta dewan guru dan musyrif.
Dalam amanatnya, Ustadz Nur Najman menyampaikan beberapa pesan penting terkait makna ujian dan pembelajaran. Beliau menekankan bahwa ujian bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari proses pendidikan yang harus dijalani dengan serius dan penuh tanggung jawab.
Ujian untuk Belajar, Bukan Belajar untuk Ujian
Dalam arahannya, Ustadz Nur Najman menjelaskan bahwa santri seharusnya memahami ujian sebagai bagian dari proses belajar, bukan tujuan akhir. “Kita tidak belajar hanya untuk sekadar lulus ujian, tetapi ujian adalah salah satu cara untuk menilai seberapa jauh pemahaman kita terhadap ilmu yang telah dipelajari. Maka dari itu, jadikan ujian sebagai sarana untuk memperbaiki diri, bukan beban yang menakutkan,” tegas beliau. Pesan ini menjadi pengingat bahwa tujuan utama dari pembelajaran di pesantren adalah untuk mendalami ilmu secara mendalam, bukan sekadar meraih nilai yang baik.
Ujian Mengukur Kemampuan Akademik di Tengah Semester Pertama
Lebih lanjut, Ustadz Nur Najman menjelaskan bahwa ujian tengah semester merupakan evaluasi untuk mengukur sejauh mana kemampuan akademik santri setelah menjalani proses belajar selama kurang lebih tiga bulan. “Ujian ini adalah waktu untuk melihat apakah kalian sudah memahami materi yang diajarkan oleh para asatidz dan ustadzah selama tiga bulan terakhir. Ini adalah momen refleksi, di mana kalian bisa mengevaluasi diri sendiri, apakah kalian sudah mencapai target yang ditetapkan atau belum,” katanya.
Beliau mengingatkan bahwa penilaian ini bukan hanya untuk mengetahui siapa yang terbaik, tetapi lebih kepada bagaimana setiap santri dapat memahami kekurangan dan kelebihannya dalam proses belajar.
Orang Mulia dan Hina karena Ilmu dan Ujian

Di akhir pesannya, Ustadz Nur Najman menegaskan bahwa ilmu dan ujian adalah penentu derajat seseorang. “Orang yang mulia di mata Allah adalah orang yang berilmu dan memanfaatkan ilmunya dengan baik. Sebaliknya, orang yang tidak menggunakan ilmu untuk kebaikan akan berada dalam kehinaan. Ujian ini adalah salah satu cara kita untuk mengukur, sejauh mana kita telah mengamalkan ilmu yang didapat,” ujar beliau.
Beliau menekankan bahwa santri harus menanamkan nilai-nilai keilmuan dalam kehidupan sehari-hari, dan menjadikan ujian sebagai momen untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara akademik maupun spiritual.
Apel pembukaan penilaian STS diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu asatidz, dengan harapan seluruh santri diberikan kemudahan dalam menghadapi ujian serta mampu mencapai hasil yang maksimal.
Dengan semangat yang ditanamkan oleh Pimpinan Pesantren, diharapkan seluruh santri dapat menjalani ujian dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, serta menjadikan ujian ini sebagai momen penting dalam perjalanan mereka menuntut ilmu.