Al-Madani, 26 September 2024 – Hari ini, santri Al-Madani mengikuti ujian imla’ dengan penuh antusiasme dan semangat tinggi. Ujian ini merupakan salah satu agenda penting dalam proses pembelajaran di Pesantren Saintek Al-Madani Sinjai, mengingat peran vital mata pelajaran imla’ bagi penguasaan bahasa Arab, yang menjadi bahasa utama dalam studi keislaman.

Imla’ atau dikte dalam bahasa Arab bukan sekadar menulis kata-kata yang didiktekan. Lebih dari itu, mata pelajaran ini membantu santri memahami cara penulisan yang benar, memperkaya kosakata, dan melatih keterampilan mendengarkan serta mencermati detail bunyi bahasa Arab yang kaya. “Kemampuan imla’ adalah fondasi yang penting dalam membaca, menulis, dan memahami teks-teks klasik berbahasa Arab, yang menjadi sumber utama ilmu agama Islam,” ungkap Ustadz Isnaeni, pengajar imla’ di Al-Madani.

Di era modern ini, keterampilan menulis yang baik menjadi semakin berharga, terutama bagi para santri yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi atau terjun dalam dunia dakwah. Imla’ membantu membentuk kecermatan dan kepekaan terhadap bahasa, yang nantinya akan bermanfaat dalam menulis karya-karya ilmiah dan menyampaikan pesan-pesan dakwah yang benar dan tepat.

Salah satu santri kelas VII, Muhammad Faiz, mengungkapkan rasa syukurnya bisa belajar imla’ dengan baik. “Dengan mempelajari imla’, saya dapat mengukur kemampuan diri dalam membaca dan menulis bahasa Arab. Pelajaran ini sangat membantu saya dalam menulis tulisan berbahasa Arab, khususnya saya yang berasal dari sekolah negeri”

Melalui ujian imla’ hari ini, Pesantren Saintek Al-Madani Sinjai berharap santri-santrinya tidak hanya menguasai aspek teknis penulisan, tetapi juga memahami pentingnya komunikasi yang baik dan benar dalam bahasa Arab. Semoga dengan keberhasilan dalam ujian ini, para santri semakin siap menjadi generasi yang mampu berkontribusi besar dalam dunia keilmuan dan dakwah Islam.

Bagikan :