Tim visitasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sinjai yang dipimpin oleh Kepala Seksi Pondok Pesantren, Bapak H. Syamsul Alam, S.Ag, MH, mengunjungi Pesantren Saintech Al-Madani pada hari ini, 28 November 2024. Kunjungan ini merupakan bagian dari proses pengajuan izin operasional pesantren yang sedang diurus oleh pihak pesantren dan yayasan Al-Madani. Dalam kunjungannya tersebut, Bapak Syamsul Alam memberikan arahan strategis untuk memastikan kelengkapan administrasi dan substansi yang dibutuhkan dalam kepengurusan perijinan pendirian pesantren.
Salah satu poin penting yang ditekankan oleh Bapak Syamsul Alam adalah pentingnya keberadaan sistem pendidikan formal di pesantren. Menurutnya, sistem ini sangat diperlukan untuk memberikan jaminan kepada wali santri terkait kelanjutan pendidikan putra-putri mereka setelah lulus dari pesantren. Hal ini sejalan dengan harapan Kemenag agar pesantren tidak hanya menjadi pusat kajian keislaman, tetapi juga dapat membekali santri dengan keterampilan dan ilmu pengetahuan yang relevan untuk masa depan.

Selain itu, beliau juga menekankan bahwa ciri khas pesantren terletak pada kajian kitab-kitab kuningnya, seperti kitab fiqih, hadis, tafsir, dan bahasa Arab. Bapak Syamsul Alam berharap Pesantren Saintech Al-Madani dapat memadukan pendidikan saintek dengan penguatan tradisi pesantren, sehingga menjadi lembaga pendidikan yang unggul dalam ilmu agama dan ilmu pengetahuan modern. Beliau juga mendorong agar masjid di sekitar pesantren dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan keagamaan, seperti kajian keislaman, yang tidak hanya melibatkan santri tetapi juga masyarakat sekitar.
Bapak Kasi Pontren tersebut mengapresiasi kondisi dan fasilitas yang telah disediakan oleh Pesantren Al-Madani. Fasilitas seperti kamar ber-AC, tempat tidur yang nyaman, dan lemari pribadi dinilai mampu mendukung kenyamanan santri dalam belajar. Ia berharap suasana yang kondusif ini dapat membantu santri untuk semakin semangat menuntut ilmu. Beliau juga mengungkapkan harapan agar Pesantren Al-Madani dapat menjadi pusat pendidikan yang memberikan dampak positif, tidak hanya bagi santri tetapi juga bagi masyarakat Sinjai secara keseluruhan.