Musamahah adalah istilah yang digunakan oleh santri Pesantren Al-Madani untuk mempersiapkan diri secara akademis sebelum menghadapi ujian akhir semester ganjil. Dalam suasana tenang dan terfokus, santri memanfaatkan waktu musamahah ini untuk belajar secara intensif. Dalam menghadapi ujian yang terdiri dari 22 mata pelajaran, baik umum maupun khas pesantren, para santri perlu mengatur strategi belajar yang efektif agar dapat menguasai materi secara menyeluruh.
Musamahah di Pesantren Al-Madani dilakukan pada hari Rabu dan Jumat, di sela-sela masa ujian. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan waktu tenang tanpa interupsi kegiatan lain. Tidak ada aktivitas tambahan selain belajar, sehingga santri dapat sepenuhnya fokus untuk mengulang pelajaran, murojaah hafalan, dan mematangkan pemahaman materi. Momen seperti ini menjadi kesempatan emas bagi santri untuk memperdalam analisis terhadap pelajaran yang akan diujikan.
Selama Hari Musamahah, santri tidak dibiarkan belajar sendirian. Para guru dan musyrif turut hadir mendampingi mereka, memberikan arahan, menjawab pertanyaan, serta membantu mengatasi kesulitan belajar. Pendampingan ini memastikan bahwa setiap santri mendapatkan bimbingan yang dibutuhkan, baik dalam pemahaman konsep maupun penguatan hafalan. Suasana belajar yang kondusif ini menjadikan Hari Musamahah sebagai salah satu momen penting dalam rangkaian persiapan ujian.
Adanya Musamahah tidak hanya membantu santri secara akademis, tetapi juga mengasah disiplin dan tanggung jawab dalam belajar. Santri dilatih untuk mengelola waktu, memprioritaskan pelajaran yang sulit, dan menjaga fokus di tengah tekanan ujian. Dengan dukungan lingkungan pesantren yang mendukung, hari ini menjadi sarana optimal bagi santri untuk mempersiapkan diri secara maksimal, baik dalam pelajaran umum maupun pesantren.