Sinjai, 27 Januari 2025 – Santri Pesantren Sains dan Teknologi Al-Madani mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) yang dilaksanakan di Saoraja Andi Bare Ghurdis Karaeng Bare. Kegiatan yang bertema “Membangun Karakter Kepemimpinan yang Islami, Berintegritas, dan Berdaya Saing” ini akan dilaksanakan selama 2 hari. Hari pertama kegiatan ini diisi dengan materi-materi penyemangat dalam belajar dan motivasi dari para pemateri berpengalaman yang memberikan bekal kepemimpinan kepada para santri.
Acara diawali dengan sesi inspiratif oleh motivator nasional, Bapak Abdul Razak Haris, yang membawakan materi bertema Mengenal dan Memotivasi Diri sebagai Pemimpin. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya setiap individu untuk mengenali potensi diri terlebih dahulu sebelum memimpin orang lain. “Seorang pemimpin sejati lahir dari kesadaran terhadap kekuatan dan kelemahan diri sendiri,” tegas Abdul Razak. Beliau juga melakukan hipnoterapi kepada para peserta agar lebih rileks dan bersemangat lagi dalam menjalani hari-hari belajarnya di Pesantren Al-Madani
Materi kedua disampaikan oleh Ustadz Nur Najman Marzuki, M.A., selaku pimpinan Pesantren Sains dan Teknologi Al-Madani. Dalam sesi bertema Kepemimpinan dan Komunikasi, beliau memperkenalkan tiga jenis atau model kepemimpinan: kepemimpinan Laissez Feire, Otoriter, dan Demokrasi. Ustadz Nur Najman memandu para santri dalam praktik komunikasi, seperti bagaimana menyampaikan arahan secara jelas, mendelegasikan tugas dengan efektif, serta menciptakan suasana kerja yang melibatkan seluruh anggota tim. “Komunikasi adalah kunci untuk menjembatani pemikiran dan tindakan dalam kepemimpinan,” ujarnya di hadapan peserta.
Sebagai penutup, materi ketiga dibawakan oleh Bapak Andi Kahar Musakkar dengan tema Membangun Kerja Sama Tim. Dalam sesi ini, para santri diajak untuk memahami pentingnya kolaborasi dan harmoni dalam sebuah tim. Dengan gaya penyampaian yang interaktif, beliau memberikan simulasi tantangan kelompok, yang bertujuan untuk mengasah kemampuan bekerja sama, memahami peran masing-masing anggota, serta menciptakan hubungan yang saling mendukung. “Tim yang hebat adalah tim yang saling percaya dan saling melengkapi,” ungkapnya.
Hari pertama LDKS ini menjadi pengalaman berharga bagi para santri. Selain memperoleh wawasan kepemimpinan, mereka juga diajak untuk menggali potensi diri dan memahami pentingnya kerja sama dalam kehidupan. Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak pemimpin masa depan yang tangguh, berintegritas, dan berdaya saing.
Kegiatan LDKS akan berlanjut hingga hari berikutnya dengan agenda yang tak kalah menarik dan penuh pembelajaran.