Sinjai — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh santri Pesantren Sains dan Teknologi Al-Madani. Salah satu santri terbaiknya terpilih menjadi peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Sinjai Tahun 2026 pada cabang Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ). Kegiatan tersebut berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Manimpahoi, Kecamatan Sinjai Tengah.

Pada cabang MSQ, santri Al-Madani tampil bersama dua peserta lainnya dalam satu tim mewakili Kafilah Sinjai Timur. Di hadapan dewan hakim, peserta, dan tamu undangan, mereka membawakan syarahan Al-Qur’an dengan judul “Tabayyun dan Akhlak Bermedia Sosial.”

Dalam penampilannya, tim MSQ Kafilah Sinjai Timur mengangkat pesan penting dari Surah Al-Hujurat ayat 6 tentang kewajiban tabayyun (klarifikasi) sebelum menerima dan menyebarkan informasi. Mereka menegaskan bahwa di era digital, ketika informasi menyebar begitu cepat melalui media sosial, setiap muslim memiliki tanggung jawab moral untuk memverifikasi berita agar tidak menimbulkan fitnah, perpecahan, dan penyesalan.

Penjelasan yang disampaikan diperkuat juga dengan ayat-ayat Al-Qur’an lainnya, seperti perintah berkata benar (QS. Al-Ahzab: 70), larangan ghibah (QS. Al-Hujurat: 12), serta anjuran berkata lemah lembut (QS. Taha: 44). Melalui pembagian peran yang terstruktur, pembacaan ayat, terjemahan, dan uraian materi, mereka menyampaikan pesan bahwa media sosial seharusnya menjadi ladang pahala dan sarana dakwah, bukan sumber dosa dan permusuhan.

Penampilan tim berlangsung dengan penuh percaya diri dan kekompakan. Materi yang disampaikan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital.

Keikutsertaan santri Al-Madani dalam ajang MTQ tingkat kabupaten ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar pesantren. Terpilihnya santri tersebut sebagai perwakilan Kafilah Sinjai Timur menunjukkan kepercayaan dan apresiasi terhadap pembinaan Al-Qur’an yang selama ini dijalankan di Al-Madani.

Pimpinan pesantren menyampaikan rasa syukur atas kesempatan ini dan berharap ke depan semakin banyak santri yang berpartisipasi dalam ajang MTQ dan lomba-lomba keagamaan lainnya, sebagai bagian dari syiar pondok sekaligus syiar agama Islam di tengah masyarakat.

Semoga langkah ini menjadi motivasi bagi seluruh santri untuk terus memperdalam pemahaman Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan nyata, termasuk dalam bermedia sosial secara bijak dan berakhlak Qur’ani.

Bagikan :