Sinjai, 10 September 2024 – Ekstrakurikuler Tapak Suci di Pesantren Saintek Al-Madani Sinjai semakin diminati oleh para santri. Program ini tidak hanya fokus pada pengembangan kemampuan bela diri, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, keberanian, dan tanggung jawab pada setiap anggotanya.

Tapak Suci merupakan salah satu aliran pencak silat yang berbasis pada ajaran Islam dan memiliki akar tradisi kuat di Indonesia. Di pesantren Al-Madani, ekstrakurikuler tersebut rutin dilaksanakan setiap hari Selasa sore di halaman gedung asrama Muhammad Hasyim Machmud. Para santri dilatih langsung oleh pelatih profesional, kak Masyhudi, yang telah memiliki pengalaman dalam dunia bela diri.

“Kami tidak hanya melatih kemampuan fisik, tetapi juga mental. Santri diajarkan untuk menghormati sesama, menjaga keseimbangan emosi, dan tentunya mengembangkan ketangguhan fisik melalui latihan-latihan yang terstruktur,” ujar Kak Masyhudi.

Antusiasme santri terhadap ekstrakurikuler ini terlihat dari semakin bersemangatnya santri dalam setiap latihan. Pada tahun pertama ini, santri perdana Al-Madani diberikan latihan dasar untuk mengenalkan gerakan-gerakan dasar Tapak Suci. Salah satu santri, M. Faiz, kelas VII, mengungkapkan bahwa ia merasa lebih percaya diri dan disiplin setelah aktif mengikuti Tapak Suci.

“Latihannya memang cukup berat, tapi saya merasa lebih kuat dan lebih bisa mengendalikan emosi. Selain itu, saya juga belajar banyak tentang nilai persaudaraan,” ujarnya.

Pimpinan Pesantren Al-Madani, Ustadz Nur Najman Marzuki, mengungkapkan bahwa program ekstrakurikuler seperti Tapak Suci sangat penting untuk mendukung perkembangan karakter santri di luar kegiatan akademik. “Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena melalui Tapak Suci, santri belajar nilai-nilai yang tak ternilai, seperti kerja sama, tanggung jawab, dan semangat juang.”

Dengan beragam manfaat yang ditawarkan, ekstrakurikuler Tapak Suci di Pesantren Saintek Al-Madani Sinjai diharapkan terus menjadi wadah bagi para santri untuk berkembang, baik secara fisik maupun mental, serta menjadi generasi muda yang tangguh dan berkarakter.

Bagikan :