Sinjai, 28 Januari 2025 – Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS) di Pesantren Al-Madani memasuki hari kedua dengan agenda yang penuh makna dan keseruan. Pada Selasa ini, para santri kembali digembleng dengan berbagai materi yang dirancang untuk membentuk karakter pemimpin masa depan.
Acara dimulai dengan penyampaian materi ketiga yang membahas Etika, Moral, dan Akhlak, disampaikan oleh ustadz Ahmad Haeder Dzakwan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun fondasi kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai luhur serta bagaimana mengimplementasikan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Santri terlihat antusias, banyak yang mencatat dan bertanya untuk memperdalam pemahaman mereka.
Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan materi tentang Manajemen Waktu oleh ustadz Muh. Ikhsan Arman, S.A.P. Beliau memberikan tips dan strategi dalam mengelola waktu secara efektif, seperti pentingnya menyusun prioritas, disiplin, dan memanfaatkan teknologi untuk produktivitas. Peserta terlihat serius mendengarkan karena tema ini sangat relevan dalam kehidupan mereka sebagai pelajar sekaligus santri.
Materi keenam yang menjadi penutup kegiatan di hari kedua ini disampaikan oleh Ady Masalembow, S.Ip, dengan topik Keorganisasian. Beliau memaparkan pentingnya bekerja sama dalam tim, membangun komunikasi yang efektif, dan memahami struktur organisasi untuk mencapai tujuan bersama. Penyampaian yang interaktif membuat suasana semakin hidup, dan para santri diberi kesempatan untuk menanyakan segala hal terkait kegiatan keorganisasian.
Di sela-sela keseriusan belajar, suasana berubah santai di sore hari saat para santri diajak berenang di Kolam Renang Ghurdis Swimming Pool. Tawa dan canda mewarnai keceriaan di lokasi, menciptakan kebersamaan yang hangat di antara peserta. Aktivitas ini tidak hanya menyegarkan tubuh, tetapi juga menjadi momen pelepas penat setelah sehari penuh menerima materi.
Malam harinya, acara menjadi semakin menantang dengan diadakannya jurik malam. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih mental dan keberanian para santri melalui pengalaman langsung yang penuh kejutan. Dengan suasana malam yang gelap dan menegangkan, para santri diuji untuk tetap tenang dan bekerja sama mengatasi tantangan.
Hari kedua LDKS ini berhasil mengkombinasikan pembelajaran serius, aktivitas fisik, dan pengalaman emosional yang memperkaya mental serta karakter para santri. Semangat mereka untuk menjadi pemimpin masa depan terlihat semakin kuat, menantikan agenda menarik di hari-hari berikutnya.