Sinjai, 5 Februari 2025 – Pembelajaran kelas coding di Pesantren Sains dan Teknologi al-Madani pada hari Rabu ini berlangsung menarik dengan proyek bertajuk “Indonesian Maps”. Dalam sesi ini, para santri mempelajari konsep Ilmu Sosial untuk mengenal lima pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, dan Papua, sekaligus menerapkan konsep pemrograman Position & Coordinate.

Mengenal Position & Coordinate dalam Coding

Apa itu position dan coordinate? keduanya merupakan konsep penting dalam pemrograman yang berkaitan dengan penempatan suatu objek dalam ruang digital. Position merujuk pada lokasi suatu objek dalam suatu bidang atau ruang berdasarkan sistem koordinat tertentu. Sementara itu, Coordinate adalah sekumpulan angka yang digunakan untuk menentukan posisi suatu objek dalam sistem koordinat, seperti koordinat X dan Y dalam sistem dua dimensi atau X, Y, dan Z dalam sistem tiga dimensi.

Dalam proyek “Indonesian Maps” ini, santri memanfaatkan konsep tersebut untuk menentukan letak dan koordinat lima pulau besar di Indonesia di dalam sebuah aplikasi atau peta digital sederhana yang mereka buat menggunakan bahasa pemrograman tertentu.

Pembelajaran Serius tapi Santai

Proses pembelajaran hari ini berlangsung dengan suasana serius namun tetap santai. Kelas dipandu langsung oleh Miss Sherly sebagai pengajar utama, didampingi oleh guru pendamping Ustadz Fadli Arbi. Dengan bimbingan mereka, santri terarah bukan memahami konsep coding tetapi juga bagaimana menghubungkan ilmu sosial dengan teknologi.

“Melalui proyek ini, santri tidak hanya belajar konsep position & coordinate dalam pembelajaran coding, tetapi juga memahami lebih dalam tentang geografi Indonesia. Ini adalah cara yang efektif untuk menggabungkan teknologi dan ilmu sosial dalam satu pembelajaran,” ujar Miss Sherly di sela-sela kegiatan.

Mustofaenal, salah satu santri yang mengikuti pembelajaran ini mengungkapkan kesenangannya belajar geografi memallui coding, “Seru sekali belajar coding sambil mengenal Indonesia. Awalnya sulit memahami koordinat, tapi setelah praktik langsung, jadi lebih mudah dipahami.”

Pertemuan ketiga yang didampingi langsung oleh Miss Sherly, menjadikan santri semakin tertarik untuk mendalami dunia pemrograman sekaligus memperluas wawasan mereka tentang Indonesia. Harapannya ke depan adalah santri dapat mengembangkan proyek coding lainnya yang lebih kompleks dan aplikatif.

(Tim Redaksi Pesantren Sains dan Teknologi al-Madani)

Bagikan :