Pada hari ini, Jumat, 8 November 2024, kegiatan Arabic Bootcamp di Pesantren Saintech Al-Madani Sinjai bertema “Dari Santri untuk Dunia: Menguasai Bahasa, Menjelajahi Dunia” resmi dibuka. Arabic Bootcamp ini akan berlangsung selama dua hari hingga Sabtu, dengan harapan dapat membangkitkan minat dan semangat para santri dalam mempelajari bahasa Arab. Pembukaan kegiatan ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pesantren, Ustadz Nur Najman Marzuki, M.A., sekaligus memberikan sambutan dengan penuh motivasi.

Dalam sambutannya, Ustadz Nur Najman Marzuki menekankan pentingnya bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an dan bahasa yang sangat berperan dalam membuka khazanah ilmu-ilmu keislaman. Beliau menambahkan bahwa dengan menguasai bahasa Arab, para santri tidak hanya akan mendapatkan kunci untuk memahami ilmu keislaman lebih dalam, tetapi juga membuka peluang lebih luas untuk berinteraksi di kancah internasional. Kegiatan ini, menurut beliau, menjadi salah satu langkah nyata untuk membekali santri agar siap menjadi agen perubahan yang memahami budaya dunia melalui bahasa.

Selama dua hari ke depan, Arabic Bootcamp ini akan diisi dengan materi-materi inspiratif dari empat pemateri yang kompeten dan berpengalaman dalam pengajaran bahasa Arab. Para pemateri ini dihadirkan dari berbagai lembaga pendidikan bergengsi baik dalam maupun luar negeri, sehingga diharapkan dapat memberi wawasan baru serta memotivasi para santri untuk terus belajar bahasa Arab. Mereka adalah Dr. Amran AR, S.Pd.I., M.Pd.I., dosen PBA di Universitas Ahmad Dahlan (UIAD) Muhammadiyah Sinjai; Rif’atud Darojah, Lc., M.A., guru bahasa Arab di Ma’had Integrasi Tahfidz Selangor Padang Indah, Malaysia dan alumni Universitas Al-Azhar Kairo; Ahmad Mahfudzi Mafrudlo, M.Ag., dosen STIT AT-Taqwa Daaruf Ihsan Cimahi dan kandidat doktor di Universitas Islam Negeri Gunung Djati Bandung; serta Fakhruddin Arozi, S.H.I., M.S., kandidat doktor Studi Timur Tengah di Sorbonne University, Paris.

Diharapkan melalui Arabic Bootcamp ini, para santri tidak hanya akan memperoleh kemampuan bahasa yang lebih baik, tetapi juga semakin memahami pentingnya bahasa Arab sebagai pintu untuk memahami dunia. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal perjalanan para santri untuk lebih aktif dalam memahami budaya lain, serta menjadi generasi santri yang siap berkontribusi di dunia internasional.

Bagikan :